Ketentuan UU ASN, Daerah Tidak Dibenarkan Lagi Mempekerjakan Guru Honor.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) khawatir dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah guru yang tidak lulus dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer Kategori Dua (K-2). Sebab, dengan tidak lulusnya para guru honerer ini, sekolah akan
kekurangan tenaga pendidik karena berdasarkan ketentuan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), daerah tidak dibenarkan lagi mempekerjakan guru honor. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud, Hamid Muhammad mengakui memang ada jalan bagi guru honor yang tidak lulus dengan mengangkatnya sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Hanya saja
kata dia, aturannya belum jelas karena masih sebatas wacana. "Angkanya saya lupa, kalau guru honorer gak dihitung (PHK), memang ada kekurangan, tetapi angkanya saya tidak hapal," kata Hamid yang mengaku berada dinas luar daerah saat dihubungi JPNN, Senin (17/2). Hamid menjelaskan kekhawatiran terjadinya kekurangan guru sudah disampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), terutama SD-SMP yang ada di bawah koordinasi Ditjen Dikdas. Karenanya, Kemendikbud kini tengah menunggu kebijakan dari Kemenpan-RB maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang kini menggodok aturan sebagai turunan dari UU ASN. "Nanti kita ikuti kebijakan turunan dari ASN seperti apa. Sekarang belum bisa jawab karena saya tugasnya hanya menganalisis kekurangan kelebihan guru di Kabupaten Kota, pemenuhan seperti apa, kemenpan dan BKN yang menetukan secara nasional," sebutnya.

Sumber: http://m.jpnn.com/news.php?id=216981

Sistem Tes CPNS 2014 Menggunakan Komputerisasi

Hiruk-pikuk seputar seleksi CPNS bakal terus ramai di sepanjang 2014. Belum kelar urusan honorer kategori satu (K1) dan K2, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (KemenPAN-RB) sudah mulai sibuk dengan urusan seleksi CPNS 2014. Pada Kamis, 27 Februari 2014, MenPAN-RB Azwar Abubakar mengundang seluruh gubernur dan bupati/walikota seluruh Indonesia. Sekdaprov dan sekdakab/kota, juga diminta untuk hadir di Rapat Koordinasi yang akan digelar di Auditorium Manggala Wanabakti,
Jakarta itu. "Ini dalam rangka koordinasi kebijakan Formasi Pegawai Negeri Sipil Tahun 2014 dari Pelamar
Umum," ujar Sekretaris KemenPAN- RB, Tasdik Kinanto, seperti tertulis di surat undangan yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah. Lantaran dianggap penting, yang diundang adalah kepala daerah dan sekdanya. Dalam surat undangan yang pertama, tertanggal 18 Februari, semula yang diundang para sekda dan satu orang pendamping. Lantas ada surat undangan susulan, yang isinya merevisi pihak yang diundang, yakni menjadi kepada daerah dan sekdanya. Sebelumnya Tasdik menjelaskan, rencananya seleksi CPNS 2014 digelar Juli. Lowongan kursi CPNS dibutuhkan 100 ribu. Rinciannya, 60 ribu untuk CPNS dari jalur umum, sedang 40 ribu untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)> Dia mengingatkan, bagi para tenaga honorer K2 yang tidak lulus, bisa mengikuti tes masuk menjadi PPPK. Tasdik mengingatkan, lantaran waktunya masih panjang, para honorer K2 yang ingin ikut tes PPPK, agar sejak sekarang mempersiapkan diri dengan rajin belajar. Termasuk juga belajar penguasaan komputer karena tes dilakukan dengan sistem komputerisasi. Untuk pengusulan formasi CPNS dan PPPK dari daerah, lanjut Tasdik, sudah bisa diajukan mulai Maret mendatang. Dia mengatakan, usulan dari daerah harus disertai analisis jabatan kerja dan analisa beban kerja. Syarat porsi belanja pegawai di bawah 50 persen APBD juga masih berlaku. Artinya, daerah yang separoh lebih APBD sudah tersedot untuk belanja pegawai, tidak akan diberi formasi CPNS dan PPPK tahun ini.

Tes CPNS 2014 Bulan Juli

Pengumuman CPNS dari jalur honorer Kategori 2 (K2) tahun anggaran 2013 belum juga rampung. Namun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) sudah menyiapkan seleksi CPNS tahun 2014. "Kita targetkan, seleksi CPNS 2014 dimulai Juli tahun ini," kata
Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPANRB)
Tasdik Kinanto di kantornya, Jumat (21/2). Kali ini tak hanya PNS yang akan direkrut, tapi juga Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). "Tahun ini MenPAN-RB mengusulkan 100 ribu pegawai direkrut. 60 ribu untuk PNS dan 40 ribu P3K," tambah Tasdik. Mengingat waktu seleksi masih panjang, Tasdik meminta belajar wawasan kebangsaan, pengetahuan umum dan psikotes. Bagi honorer K2 yang ingin masuk P3K juga harus mempersiapkan diri agar siap ketika disodori pertanyaan. "Kalau boleh dapat menguasai komputer lah biar bisa menjawab pertanyaan dengan sistem komputerisasi," sergahnya. Lantas kapan daerah bisa mengusulkan kebutuhan pegawainya? Tasdik mengatakan, Maret sudah bisa diusulkan.
Syaratnya pemda harus melampirkan analisis jabatan kerja dan analisa beban kerja. Porsi belanja pegawai juga menentukan. "Kami tidak akan memberikan formasi bagi daerah yang belanja pegawainya sudah di atas 50 persen. Ini sudah harga mati karena kasihan masyarakat nanti kalau tidak ada pembangunan," tegasnya.


Sumber: www.jpnn.com

Guru Dan Tenaga Kesehatan Prioritas Utama Tes CPNS 2014

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau, Abdul Rifai, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menggodok jumlah formasi pegawai, untuk kebutuhan seleksi CPNS 2014. Jika proses sudah selesai, maka usulan formasi akan diserahkan ke Kemenpan-RB di Jakarta. Formasi yang dinilai sangat mendesak untuk dipenuhi, masih didominasi oleh tenaga pendidik dan kesehatan. “Kita utamakan guru dan tenaga kesehatan. Sejauh ini memang kita nilai ini yang masih kurang dan perlu ditambah. Ada juga formasi lain beberapa yang kita butuhkan, ini semua yang akan kita masukkan dalam formasi penerimaan 2014,” terang Rifai, kemarin. Untuk tenaga pendidik dan kesehatan juga masih kurang, khususnya untuk kawasan terpencil. Berdasarkan data, laporan dan evaluasi, dua formasi ini membutuhkan banyak penambahan. Dikatakan, untuk tenaga kesehatan seperti dokter sangat mendesak untuk memenuhi layanan kesehatan tiap kecamatan dan kawasan terpencil lainnya, yang sulit dijangkau layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai yang berada di Tanjung Redeb. Ia berharap tenaga dokter bisa menjadi salah satu formasi yang dapat terpenuhi di samping kebutuhan tenaga lain dalam perekrutan CPNS tahun ini.


Sumber: www.jpnn.com

Jelang Tes CPNS2014, Daerah Hitung Kebutuhan PPPK


Pemkab Berau, Kaltim, segera menghitung kebutuhan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang akan diajukan usulannya ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Ini menyusul rencana seleksi CPNS 2014, dimana dari 100 ribu kursi yang disediakan, 40 ribu di antaranya untuk PPPK. Karena baru akan menghitung, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau, Abdul Rifai belum berani memerkirakan berapa kiranya kebutuhan PPPK di daerahnya. “Belum, kita belum melihat lagi. Yang jelas, nanti kita lihat sesuai kebutuhannya nanti,” katanya seperti diberitakan Berau Post (Grup JPNN). , keberadaan PPPK akan membantu BKPP memenuhi kebutuhan kepegawaian yang tidak terakomodasi dalam seleksi CPNS 2013. “Makanya, kita lihat kebutuhannya nanti, baik di pendidikan, kesehatan dan yang lain,” terangnya. Yang pasti, pengangkatan PPPK tetap melalui jalur seleksi layaknya penerimaan CPNS. “Seleksi juga, sama dengan CPNS juga,”

ungkapnya. Bahkan, hak dan kewajiban PPPK tidak berbeda jauh dengan pegawai lain yang sudah berstatus PNS. “Kalau menurut aturan kan sama. Yang membedakan hanya PPPK tidak mendapat masa pensiun saja,” pungkas dia.

Sumber: www.jpnn.com

Tanaga Honorer K2 Tidak Lulus Tes CPNS, Ada Yang Stress Dan Masuk Rumah Sakit

Usai berdebar-debar menanti pengumuman hasil seleksi CPNS, tenaga honorer harus menelan pil pahit saat
namanya tidak masuk dalam daftar kelulusan yang diumumkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Sedih, kecewa, khawatir, marah semua bercampur aduk menyelimuti perasaan para tenaga honorer. Apalagi kebanyakan dari tenaga honorer yang tak lulus sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun. "Ada honorer yang sampai stres dan masuk rumah sakit karena tidak lulus seleksi," kata Ketua Forum Honorer Indonesia Hasbi saat dihubungi Liputan6.com , Rabu (19/2/2014) Hasbi mengaku merasa sedih mendengar tenaga honorer yang tidak lulus menangis tersedu-sedu saat meneleponnya beberapa waktu lalu. "Sedih sekali. Kalau Pak Menteri mendengar pasti bisa ikut merasakan kesedihannya," terang dia. Untuk itu, Hasbi berpesan kepada para tenaga honorer yang sudah lulus diharapkan untuk memberikan motivasi para rekannya yang masih belum beruntung. "Jangan diledekin yang tidak lulus. Dirangkul dan beri motivasi kepada mereka," papar Hasbi.


Sumber: www.liputan6.com

Tidak Lulus Tes CPNS Bukan Berarti Akhir Dari Segalanya

Pengumuman calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur umum dan honorer telah memberikan ragam cerita bagi peserta tes CPNS. Ada cerita haru, khawatir, sedih dan senang yang menyelimuti peserta tes CPNS. Namun hasil dari pengumuman ini menyisakan kekecewaan bagi para peserta yang gagal menjadi abdi negara. Kegagalan tersebut seharusnya bisa menjadi pemacu seseorang untuk berusaha lebih baik dan bukan terus menerus larut dalam kesedihan. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Sekjen Kemenkeu), Kiagus Badarudin mengimbau kepada para peserta yang gagal masuk lembaga pemerintahan sebagai PNS untuk tidak berkecil hati. "Kalau tidak lulus bukan berarti akhir dari segalanya. Menjadi PNS juga bukan segala-galanya di dunia ini. Mereka masih bisa bekerja di perusahaan swasta, berwirausaha dan sebagainya. Siapa tahu malah bisa sukses," saran dia saat berbincang dengan Liputan6.com , Jakarta, seperti ditulis Minggu (23/2/2014). Kiagus mengakui, tes CPNS merupakan suatu keniscayaan yang wajib diikuti seluruh peserta untuk bisa bekerja di lingkungan pemerintahan. Para peserta harus melewati serangkaian proses seleksi dan memenuhi segala syarat yang telah ditentukan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Panitia Seleksi Nasional. "Karena harus tes, peserta perlu mempersiapkan diri dengan baik. Baca, belajar, karena memang yang diterima (PNS) adalah orang-orang terbaik. Jika sudah belajar dan mengerjakan tes dengan baik, tugas selanjutnya adalah berdoa dan pasrah. Kalau tidak diterima, ya jangan stres," cetusnya. Sementara itu, Kiagus mempunyai harapan besar kepada
peserta tes yang kini sudah diterima dan mulai bekerja sebagai PNS. Dia mengingatkan supaya tidak menyiakan kesempatan yang sudah diberikan. "Dari 112 ribu pendafatar CPNS 2013, yang diterima cuma
1.900 orang di Kemenkeu. Artinya mereka adalah sumber daya berharga bagi kami, jadi gunakan dan buktikan kalian adalah sumber daya yang diharapkan untuk membangun bangsa ini. Jangan berhenti belajar, berlaku disiplin, dan berorientasi pada kepuasan kerja dan stakeholder," pesan dia.